Showing posts with label UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. Show all posts
Showing posts with label UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. Show all posts

Sunday, February 21, 2016

Terimakasih UNS

website Universitas Sebelas Maret (UNS).

Malam ini saya begitu gembira melihat website Universitas Sebelas Maret (UNS). Saya seperti melupakan kalau besok adalah hari Senin. Iya, pasalnya, setiap hari saya berpikir mengenai kemunduran mental, terutama dalam penggunaan Bahasa Indonesia di Indonesia. Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi, sudah sepantasnya UNS berperan dalam mendidik moral manusia untuk menghargai bahasanya sendiri.

Malam ini, saya melihat UNS mulai menunjukkan kemjuan. Kata sambutan di website uns.ac.id sangat saya apresiasi. Meletakan kata-kata 'Selamat Datang di Universitas Sebelas Maret' dan "Welcome to Sebelas Maret University" di bawahnya adalah salah satu bentuk mental budaya yang kuat  di era gengsi bahasa, menurut saya.

Secara garis besar, dengan hanya meletakkan kata sambutan tersebut tentunya sudah menunjukkan jati diri mental budaya UNS. Sudah semestinya kita bangga menggunakan bahasa Indonesia. Penulisan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidahnya memperlihatkan bagaimana suatu bahasa dihargai oleh bangsanya sendiri.

Dalam menulis opini ini, saya juga masih belajar menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tentu saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Marilah belajar memerkuat mental budaya terutama dalam penggunaan bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Terimakasih Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, bahasa asing bukan untuk gengsi tetapi untuk menunjukkan eksistensi mental bahasa kita sendiri.

Umi Amanah

Friday, November 13, 2015

Angsana November Kedua

musim gugur bunga angsana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Angsana tahun ini gugur sedikit terlambat. Iya, biasanya rutinitas musim gugur bunga angsana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terjadi mulai bulan Oktober, untuk tahun ini dimulai bulan November. Entah aku sok tau atau apalah, intinya untukku ini adalah Angsana November Kedua. Semua masih sama, mengagumkan, indah, dan penuh rasa. 

musim gugur bunga angsana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Jika aku boleh memaknai, angsana yang sedikit terlambat gugur tahun ini memang sejalan dengan diriku. Entahlah, semester ini begitu berat di bulan-bulan ini. Mungkin itu alasan kenapa bunga angsana gugur di bulan ini. Setidaknya untuk mengobati segala yang dianggap kejam dan terlalu menyedihkan. Dan akhirnya segala terobati, oleh sesuatu yang tidak semua tempat memiliki. 

musim gugur bunga angsana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
*Debu Ambigu

Tuesday, November 3, 2015

SAJAK Sastra Indonesia 2015

Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menurut saya sudah cukup dewasa. Hal ini berkaitan dengan Studi Alternatif dan Ajang Kreativitas (SAJAK) yang diadakan setiap tahunnya untuk menyambut mahasiswa baru. Ini sebenarnya adalah sebuah acara yang orang umum lebih akrab menyapanya Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Namun, agenda ini diadakan di program studi Sastra Indonesia.


Puncak acara yang telah terselenggara dua hari yaitu 10 - 11 Oktober 2015 lalu dimulai pada Sabtu, 10 Oktober 2015. Pagi hari, acara dibuka oleh Dra. Chattri Sigit Widyastuti, M.Hum. (KAPRODI) Sastra Indonesia. Segala harapan terbang bersama seikat balon udara yang diterbangkan secara simbolik, hingga acara selanjutnya menjadi memori bahagia seperti senam bersama dan penampilan-penampilan yang sesungguhnya.

Akhirnya masuk pada acara inti, yaitu seminar. Mengundang dua pembicara dalam Seminar Kepenulisan Kreatif tentu menjadi saat yang ditunggu-tunggu untuk berbagi ilmu. Pertama adalah Rianna Wati, S.S. M.S. (dosen Sastra Indonesia FIB UNS). Karya beliau yang sangat banyak tentunya dalam kepenulisan menjadikan seminar kala itu begitu menarik. Banyaknya buku yang telah diterbitkan oleh beberapa penerbit menjadi alasan bagi panitia meminta beliau untuk berbagi ilmunya pada kami dan para mahasiswa baru dan semua yang datang pada waktu itu.

Acara yang dipandu oleh Zulfahmirda Matondang (mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2014) tentu semakin menarik saat Sosiawan Leak mulai berbagi pengetahuan soal dunia kesastraan. Memiliki nama asli Sosiawan Budi Sulistyo atau yang lebih dikenal Sosiawan Leak merupakan sastrawan dan budayawan asal Surakarta. Karyanya yang sudah sangat banyak yang dibarengi dengan sepak terjangnya menjadikan banyak mahasiswa terinspirasi dari beliau.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 1994 ini sepertinya sudah tidak diragukan lagi dalam berbagai karya dan sepak terjangnya di dunia sastra baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satunya pada Festival Puisi Internasional The Road di Bremen, Jerman, membaca puisi dan memberi workshop. Saat itu pula diundang membaca puisi dan menjadi narasumber di Universitas Hamburg dan Universitas Passau Jerman (Mei 2003).


Diskusi yang terjadi setelah pemaparan ilmu oleh narasumber sangat hangat. Ini berkaitan dengan banyaknya peserta seminar yang ingin bertanya dan batasan yang diberikan oleh moderator pada setiap terminnya. Namun, akhirnya setelah diskusi antarpeserta dan narasumber, acara dilanjutkan kembali. Kini diisi dengan hiburan dan penampilan dari tiap-tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Fakultas Ilmu Budaya UNS.

Hari pertama SAJAK selesai pukul 16:30 WIB. Dilanjutkan pada hari kedua yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2015. Acara pada hari itu merupakan penampilan dari semua kelompok mahasiswa baru Sastra Indonesia 2015. Penampilan tujuh kelompok dilakukan secara bertahap. Ada kelompok yang menampilkan musikalisasi puisi, parodi, drama, pantomim, drama musikal, dll. Selanjutnya diisi oleh penampilan perwakilan dari tiap-tiap angkatan, diantaranya angkatan 2014, 2013, 2012, 2011 s.d. 2008. Selain dari tiap angkatan, ada juga dari BEM dan kelompok musik atau komunitas tertentu.

Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Puncak sajak hari kedua berakhir dengan pemberian penghargaan bagi tiap katagori. Perasaan mengharukan dan kebahagiaan terpancar dari orang-orang yang memahami SAJAK sesungguhnya. Dari proses yang telah dilewati dan segala yang telah dikorbankan untuk sebuah persembahan dan tujuan. Intinya adalah, saat semua orang menganggap OSPEK itu menakutkan, Sastra Indonesia UNS punya sesuatu yang membahagiakan mengenai OSPEK yang tidak semua orang mengetahui, mengerti, dan memahami. Menurut saya, ini merupakan bentuk kedewasaan dalam dunia pendidikan. Di mana banyak sekali kegiatan di luar sana yang tidak sedikitpun mendidik dan itu masuk dalam agenda pendidikan.

Segalanya telah berlalu, tapi saya selaku panitia bersama rekan-rekan Sastra Indonesia angkatan 2014 berterimakasih atas segala proses yang telah dilewati. Sastra Indonesia..........! "AKU SAYANG KITA". Itu saja.

Thursday, January 22, 2015

FINALLY, Semester Pertama Terlewati

Keluarnya Indeks Prestasi atau yang lebih terkenal dengan IP Senin lalu (19/1) ternyata menandakan bahwa perkuliahan semester pertama terlah terlewati. Tepat lima bulan kurang satu hari menjalani kehidupan dengan embel-embel status sebagai mahasiswa tentunya banyak yang akan aku ceritakan. Namun kalian jangan berfikir bahwa aku akan bercerita mengenai bagaimana aku mendapatkan IP lebih dari tiga diatas kertas. Apalagi memperlihatkan hasil printoutnya, karena aku lebih suka menceritakan "behind the scene" dari apa yang ada di atas kertas, menurutku itu lebih menarik.

Perkara pertama yang paling aku suka menjadi mahasiswa adalah saat Ospek 20-23 Agustus 2014. Masuk menjadi mahasiswa di Fakultas Sastra dan Seni Rupa menjadi hal tak pernah terfikirkan olehku, apalagi ada dalam iring-iringan maskot lumba-lumba bertuliskan FSSR yang menjadi point of interest semua mata pada waktu itu. Dipanggil pertama dari semua fakultas menunjukan bahwa fakultasku memiliki umur tertua dalam universitasku. Betapa bahagianya menjadi bagian dari orang-orang yang mencintai kata dan seni dalam hidupnya. 

Kemudian aku berkenalan bersama mereka Kelompok 4 Studi Alternatif dan Ajang Kreatifitas (SAJAK) Sastra Indonesia 2014 yang diberi nama Muda Taruna dengan beranggotakan Icha Latifah Hanum, Isti, Ali Mustofa, Puput Siti Nur'aini, Eka Kristina Anggasari, Agung Satrio Nugroho, Dwi Rosiana Putri, Ayu Mardiyah dan aku sendiri. Ospek jurusan yang sebenarnya melelahkan namun terbayarkan lewat air mata saat kita akan dipisahkan ketika puncak acara telah terlewati dan proses menuju puncak telah dijalani. Terimakasih akan tawa yang selalu membuat kita bahagia, perbincangan yang selalu aku kangenkan, kasih yang selalu tertuah tanpa pamrih, karsa yang selalu diberi tanpa bersuara, namun ada yang pelu kita pelajari bersama bahwa perlu membedakan antara percaya diri dan gengsi, serta optimis dan ambisi. Namun yang aku salutkan perlu adanya kebersamaan tuk tercipta persahabataan. 

Kemudian aku ingin berbicara mengenai hari bahagia. Bagaimana tidak? Tahun lalu pertama kalinya aku melewati ulangtahunku tidak bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Awalnya aku takut saat akan melewatinya. tepat 26 Agustus 2014 hari itu ditakdirkan aku bertambah usia. Semakin dewasa dan mendekati-Nya. Namun terimakasih Tuhan, karena hari itu aku masih merasakan bahagia dari keluarga yang acap kali mendoakan, orang-orang terkasih yang kerap kali memberikan sesuatu tanpa pamrih, serta sahabat yang kadang tetap hadir meski tak sempat bertatap. Awalnya aku kaku merasakan hari bahagia dalam kesendirian, namun tiba-tiba sahabatku menitipkan sesuatu untuk diriku. Katakanlah kado ulangtahun darinya untukku. Terimakasih Eky Nur Rofiqoh atas kado yang terkirim lewat sahabatmu. Terimakasih telah menganggap jarak tak sejauh realita, terimakasih telah menganggap kesibukan tak seperti biasanya hingga tiada lupa, terimakasih atas doa yang tak terlupa, dan terimakasih atas boneka warna jingga.

Tidak dengan melupakan cerita persahabatan, aku akan menambah cerita pertemuan. Dipertemukan oleh Tuhan dengan Eka Kristina Anggasari ternyata memberi kesan berlanjutan. Seperti sekarang ini, jujur saja kita semakin dekat seperti keluarga. Mungkin seperti kebanyakan orang mengatakan bahwa diantara kita itu saling melengkapi kekurangan masing-masing. Menjadi manusia yang berada dalam tempat perantauan demi melaksanakan salah satu ibadah yaitu menuntut ilmu tentunya bukan hal mudah. Jauh dari keluarga terkadang menjadikan kita berfikir untuk menemukan sosok keluarga baru. Alhamdulillah,.... aku menemukannya dalam dirinya (Eka Kristina Anggasari). Terimakasih telah sudi menjadikanku beban sehari-hari di sepeda motormu, terimakasih telah menemani saat panas tubuh ini tidak seperti biasanya, terimakasih telah menjadikanku terkadang lebih dewasa, terimakasih telah membuatku menjadi sosok lebih sabar dari sebelumnya, terimakasih tumpangan makan beberapa waktu sebelumnya, serta terimakasih atas obat yang kau belikan saat aku tergeletak tak bertenaga, serta terimakasih atas kasih seperti keluarga yang kau tulus memberikannya. Semoga kita akan sampai pada kekeluargaan yang semestinya dengan tidak melupakan sedikitpun proses menujunya.

Lalu akan aku ceritakan mengenai sosok inspirasi dalam hidupku, meski dia masih sebaya denganku. Puput Siti Nur'aini yang dengan tangan terbuka mau menerima aku merasakan Lebaran Idul Adha (Minggu, 5 Oktober 2014) dengan bahagia meski tanpa keluarga. Mahasiswa perantauan yang tidak bisa pulang bertemu keluarga dihari raya sepertiku dan temanku Zulfah Mirda Matondang (Langkat, Medan, Sumatra Utara) diperbolehkan menginap di rumahnya ditemani Dwi Nur Masitoh. Keluarganya yang sebegitu baiknya menjadikanku merasakan kebahagiaan hari raya yang luar biasa. Menjalankan sholat 'id di lapangan Desa Klolokan, Kebakkramat, Karanganyar, Solo-Jawa Tengah menjadi penyempurna kebahagiaan yang tidak seperti biasanya. Melewati dua hari satu malam bersamanya sungguh menjadi ladang ilmu yang luar biasa. Dimana aku belajar bagaimana kesederhanaan menjadi mahkotanya, senyumnya menjadi kekuatan dalam hidupnya, rutinitas sebagai ladang ibadah baginya, sikapnya yang harusnya menginspirasi dunia, serta hidupnya yang sekarang menjadi pedoman pembelajaranku padanya. Memiliki moto "Jadilah Orang Yang Bermanfaat" benar-benar dia terapkan dalam hidupnya. Aku belajar darinya bahwa moto adalah realisasi dari pemikiran yang harus dilakukan agar menjadi kenyataan. Terimakasih Puput, telah mengajarkanku meski tanpa buku ini sungguh berarti bagiku. 

Menjadi mahasiswa tentunya tidak semua pengalaman atau cerita terlukis di luar kampus, beberapa juga tercipta di dalam kampus itu sendiri. Seperti pengalaman pertama pemati nadi tubuh pertama kali. Saat dimana 3 Desember 2014 aku, Nuraini Isti Kusuma, Dhika Aprilia menjadi wakil dari Kelas B Sastra Indonesia 2014. Mewakili mahasiswa dalam perlombaan di lapangan mungkin masih bisa terfikirkan, namum mewakili dalam forum kegiatan rutin seperti Seminar Antartingkat (SEMANTIK IV) Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS sebagai pemakalah benar-benar tak pernah terlewat dalam pikiran sebelumnya. Persiapan hanya 3 hari dan dituntut menyerahkan makalah yang hanya dibuat sekitar 6 jam menjadikan kita memiliki mental yang hanya bermodal Bismillah. Bermodal Bismillah, makalah yang dibuat selama 6 jam, serta dukunga dari semua teman-teman kelas berharap mematikan grogi dalam diri ini. Bagaimana tidak grogi jika audiensnya adalah semua mahasiswa dari semua angkatan dan beberapa dosen. Sebagai mahasiswa semester pertama dan tingkat pertama tentunya kita belum memiliki bekal apa-apa, namun yang aku perlu apresiasi dari diriku bahwa ternyata aku berani malkoninya. Sungguh, perlu mental baja untuk melihat banyaknya orang di hadapan kita dan mereka akan menyaksikan bagaimana kita menjadi pemakalah yang menyampaikan materi yang kita buat sebelumnya. Namun itu menjadi salah satu pengalaman tak pernah terlupakan.

Lepas dari itu, aku ingin bercerita beberapa hari lalu sebelum liburan mendekatiku. Mengerjakan tugas UKD 3 dan UKD 4 Antropologi mengajarkanku kesantunan lewat tulisan. Aku ceritakan seorang kawan bernama Partini, singkat sekali bukan namanya? Benar, namanya itu saja dan tidak ada kepanjangannya. Tapi sungguh, perlakuannya akan panjang sekali jika aku ceritakan. Berawal karena aku menjadi boncengers motornya kita membeli menu makan siang ayam penyet yang satu porsinya dihargai Rp 7.000,00. Lalu apa yang penting dari ceritaku sebelumnya? Ini yang penting bahwa ternyata ayam penyet itu mengantarkan kita berdua ke kostku. Tentunya untuk melaksanakan ritual makan siang yang paling didambakan anak kost pada umumnya. Makan menjadi yang kita dahulukan sebelum mendirikan sholat dzuhur, terang saja hal itu kita lakukan agar saat sholat dzuhur pikiran kita tak tertuju pada ayam penyet dengan godaan sambal yang saat dimakan menjadikan lidah membara. Setelah sholat dzuhur, laptop menjadi pelampiasan dari tugas yang harus segera dikirimkan. Dengan sistem copy paste menjadikan aku ketiduran, hal itu karena tugasku telah aku kirimkan sebelum dirinya. Tini, sapaan akrabnya memang mahasiswa yang memiliki tingkat kepanikan cukup tinggi. Namun aku bingung, kenapa saat mengerjakan tugas dia diam dan sangat serius. Justru kebisingan tercipta dari suara televisi yang saat itu diseting channel yang menayangkan film korea kesukaannya. Mungkin karena tidak suka, jadi aku terlelap dalam keadaan yang sebenarnya tidak nyaman untuk tidur semestinya. Perkara apa saat aku bangun ternyata dia sudah menghilang entah kemana, tv masih bersuara seperti jadwal biasanya, laptop masih tergeletak di depan pintu sana, serta kertas berada di sampingku entah apa maksudnya. Saat aku buka kertas itu dan aku baca tulisannya "Umi maaf aku pulang dulu, tadi aku udah bangunin kamu tapi kamu kayaknya pulas banget tidurnya jadi aku langsung keluar. Makasih banget laptopnya." Dari tulisan itu aku belajar banyak, bagaimana tulisan tangan masih menjadi hal paling santun menurutku ketika kemajuan teknologi semakin tidak terkendali. Tulisan menunjukan sebuah ketulusan, seperti dapat diambil pelajarannya bahwa dia rela menyobek bukunya demi sebuah pesan tak pernah terduga, menulis kata-kata sederhana yang bermakna luar biasa dengan tangannya, dan hasilnya menjadi kenangan tak pernah terlupakan olehku yang menerimanaya karena jarang sekali pada zaman ini aku mendapatkan hal yang sama seperti apa yang dilakukannya. Terimakasih Tini, telah mengajarkanku kesantunan lewat tulisan dan kenangan manis yang tak pernah terlupakan akan sebuah tulisan kesederhanaan. 

Selanjutnya aku akan bercerita mengenai peran perempuan dalam kekuatan kemandirian. Memutuskan untuk lebih memilih membeli sepeda sebagai alat transportasi dalam beraktifitas menjadikan sebuah pengalaman pertama saat membelinya. Bersama Ema Candra Kusuma teman SMP tiga tahun sebelumnya kita memulai langkah kaki yang diwakili dua roda berputar tanpa tau lelah mengantarkan kita berdua berkeliling Surakarta. Kota dengan semboyan The Spirite Of Java kita lalui dengan penuh tekanan batin karena ketidaktahuan logika dan pikir akan rute yang kita lewati. Luap rasa malu seakan tak kita punyai ketika lampu bangjo menjadi saksi kebingungan kita akan jalanan kota. Apalagi saat roda sepeda yang kita ikut sertakan menjadi bagian penumpang sepeda motor yang kita pinjam dari kawan kita kemudian menyantel dalam sepion pengendara lain di dekat kita, betapa malunya. Namun sungguh, ramahnya orang Surakarta yang memberi kita maaf dan senyum serta hantaran doa pada kita yang telah berbuat salah padanya. Berjalan sekitar 30 menit dengan guncangan beban ditengah, terpaan angin yang akan membawa kita melayang bersamanya ternyata menjadi pengalaman pertama kita masing-masing. Peduli logika, mengawalinya dengan membeli sepeda di Jalan Dr. Radjiman Solo, berlanjut ke Solo Grand Mall (SGM) dengan sasaran rute tak tau arahnya dan diakhiri di Taman Cerdas Solo dibarengi dengan berfoto dengan buku AKU - SJUMAN DJAYA semoga menjadi berkah hari ini dalam agenda terakhir mengerjakan tugas kuliah. Intinya, terimakasih Ema, telah menjadi teman pengukir pengalaman pertama sebagai perempuan dalam kekuatan kemandirian.

Lantas aku ingin bercerita mengenai rutinitas tahun baru yang sama sekali tak berbeda dengan biasanya. Menjadi pribadi yang kerap kali di hadapan monitor menjadikanku melewati tahun baru 2015 dalam kamar kost. Kembali menguntai sajak-sajak singkat dan coretan singkat menjadi rutinitas setiap tahun baru. Tidak ada yang berbeda dari biasanya, melihat kembang api lewat celah jendela, mendengar kebisingan kenalpot motor lewat telinga dan tidak pernah membayangkan akan bahagia di luarsana. Karena aku selalu berfikiran bahwa malam itu adalah aku yang paling merasakan bahagia. Menyendiri dalam imajinasi, bersuara lewat kata, membisu lewat lagu, memandang lewat senandung, serta berdansa lewat sajak kata. Lalu kurang apa lagi? Ini hasil sajak tahun baru 2015 yang tercipta semoga tetap menjadi modal bahagiaku selanjutnya.

#‎sajakSINGKAT‬
Aku sendiri dalam termangu
Kemudian sepi mengantarkanku pada air mata
Meski aku tak pernah merasakan luka seperti ini sebelumnya
Sadarku bahwa detik mengajakku beranjak dari pribadi awal diriku

Lalu kemudian aku merinding tersedu tanpa orang tau
Biadabnya diriku atas segala dosa yang pernah aku lewati sebelumnya
Lalu dengan doa aku berharap bisa mengobati luka
Kemudian aku menengadah mengangkat tangan lantas bersuara
Ya Allah ya Tuhanku....
Ampunilah segala perkara dosa perbuatanku
Hingga menjadikan aku hina di hadap-Mu
Dan kini anu merengek maaf dari-Mu
Di hari akhir tahun ini aku memohon ampun
Dalam tempat kesendirian yang tak terjamah peradaban
Meski tetap diiringi kebisingan suara kenalpot euvoria berlebihan
Oleh mereka yang mungkin malam ini berdalih melupakan
Pada-Mu...
Tuhan pemilik teguh kehidupan
*Debu Ambigu
‪#‎malamTERAKHIR2014‬ ‪#‎sambutSYUKUR2015‬. Semoga bisa menjadi pribadi lebih baik lagi. Aamiin

Mungkin itu beberapa behin the scene yang tidak aku lupakan. Sebenarnya banyak pengalaman luar biasa yang aku rasakan, sayangnya baru itu yang dapat aku tuliskan. Jika saja dapat aku ceritakan secara lisan aku takut akan kebablasan dan melupakan waktu yang sebenarnya memberi kita batasan. Selamat mengambil pesan dari sebuah cerita kehidupan yang tidak pernah terfikirkan. 

Umy Amanah.

Sunday, November 30, 2014

Aku Tutup November

Kawan-kawan KADE (LPM KALPADRUMA FSSR UNS 2014)
Pakai sepatu LEAGUE terakhir kalinya @Wisma Bu Sri
Akhirnya aku bisa merasakan November yang dingin seperti dalam lagunya Gun's N Rose - November Rain. Sayangnya aku bersyukur bukan kesedihan yang mengiringinya, tapi semangat kebahagiaan untuk menatap masa depan. Bagaimana tidak? Hujan bulan November ini aku menginap di Tawangmangu, tepat sekali bahwa itu merupakan sebuah tempat dataran tinggi di Kabupaten Karang Anyar, Solo-Jawa Tengah. Menginap selama tiga hari di Wisma Bu Sri ternyata aku baru sadar bahwa ada salah satu hari yang aku nggak mandi sama sekali, eitz jangan bilang siapa-siapa ya!

Lanjut ke cerita selanjutnya, sebenarnya menginap di tempat yang sangat dingin itu merupakan sebuah awal kebersamaan bersama Kawan-kawan KADE. Kegitan tersebut diikuti oleh seluruh anggota dan calon anggota LPM KALPADRUMA FSSR UNS. Dimulai dengan pradiklat 26 November 2014 di Gedung IV FSSR UNS berlanjut di Tawangmangu, 28-30 November 2014 menjadi agenda penutup November yang membahagiakan.

Bisa dikatakan membahagiakan karena dalam diklat tersebut saya bersama sosok-sosok luar biasa, bertemu manusia dengan segudang karya, dan beberapa alumni yang menginspirasi. Banyak ilmu yang didapatkan tanpa ada satupun terlewatkan. Tidak hanya itu, bertemu teman-teman yang sama-sama berkomitmen untuk belajar jurnalis menjadi hal yang sangat membahagiakan menurutku. Di dalamnya kita ada karena mereka, iyalah karena nggak cuman dari jurusanku Sastra Indonesia, tapi ada juga dari Ilmu Sejarah, Sastra Inggris, DKV pula. 

Selain membahagiakan, adapula yang menyedihkan. Aku ceritakan kesedihannya, jadi gini waktu perjalanan pulang karena kondisi sepatuku yang basah akhirnya aku meminjam sendal temanku Siti Nur Janah. Sepatu satu-satunya temanku selama beberapa bulan hidup di Surakarta yang dalam kondisi basah itu aku masukan dalam kantong plastik hitam. Kantong plastik itu saja pemberian dari Windi, temanku yang lain. Perjalanan pulang, sepatuku yang dibungkus kantong plastik itu aku letakan dalam loker bus atas niatnya agar tempat dudukkku tidak terlalu sepit dengan barang-barang yang aku bawa. Dengan santai aku tidur menikmati lenggak-lenggok jalan pegunungan menuju Universitas Sebelas Maret tercinta. Saat sampai di Fakultas Sastra dan Seni Rupa aku turun hanya dengan membawa dua tas milikku dengan beralaskan sendal milik teman satu jurusan. 
Mnjalani paving UNS menuju kost aku lalui tanpa henti tertawa bersama teman-teman tercinta. Jujur saja kala itu masih belum terlintas bahwa sepatu satu-satunya yang aku miliki masih diam dalam loker bus seolah tidak ada yang punya. Sesampai di dekat Cekueh (Warung Makan Belakang UNS) baru tuh sadar kalo tanganku hampa tanpa cangkingan sepatu. Heboh banget waktu itu minta nomer hp ini itu. Namun apa daya, sepatu satu-satunya kini entah di tangan siapa. Jujur itu kesedihannya. 

Tapi semuanya merupakan penutup Novermber yang luar biasa. Terimakasih KALPADRUMA telah memberi warna baru dalam dunia, terimakasih sepatu LEAGUE yang sudah mau menjadi teman beberapa bulan di Surakarta. Dan terimakasih pada pengalaman yang sangat berharga. Aku harap banyak lagi yang aku akan lakukan setelah ini. Itu saja ceritaku yang tak jelas penyelesaiannya. 

Umy Amanah

Tuesday, November 11, 2014

Panorama 11 MARET SURAKARTA

UNS SURAKARTA, uns surakarta, UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA, universitas sebelas maret surakarta, guguran bunga di UNS , UNS punya gugur bunga,
Foto dari Galuh Kinanti
November yang dingin memang kini dimulai di Surakarta, tak seperti Guns N Rose yang menggambarkan dinginnya November lewat sebuah lagu dengan iringan nada tepatnya diberi judul November Rain (Hujan di Bulan November). Universitas Sebelas Maret Surakarta pun memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan dinginnya November. Cara lain yang ditunjukan 11 Maret yaitu dengan keindahan panorama.

Sudah hampir sepekan, universitas yang dijuluki Green Campus ini menunjukan aslinya, yaitu sebuah panorama guguran bunga disetiap deruan angin yang melakukannya. Tak sedikit bunga yang berjatuhan menjadikan panorama keindahan semakin memikat mata yang memandangnya. Tak hanya itu, mata yang tercengang melihat ke atas menunjukan bahwa mahasiswanya dan semua yang hidup di dalamnya tak ingin melewatkan kesempatan langka setahun sekali periodesasinya. Hirup nafas dengan alunan dinginnya udara serta mata yang memejam tak bisa kita bayangkan kenikmatannya.

Guguran bunga warna kuning bak hujan bunga tanpa ketakutan manusia untuk berlari menghindarinya. Aku salah satunya, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang bahagia menjadi saksi mata keindahan panorama kampusku tercinta. Jika saja aku ahli matematika, aku pasti tak bisa menghitung seberapa banyaknya bunga yang berjatuhan. Jika saja aku ahli bisnis, aku masih berfikir untuk menjual keindahan bunga itu pada pihak lain. Jika aku ahli pertanian, aku pasti sudah mengerti kenapa bunga seperti itu hanya gugur di kampusku tercinta. Jika saja aku ahli ilmu komunikasi, aku pasti akan melakukan siaran langsung saat proses terjadinya guguran bunga. Jika saja aku ahli kependidikan, pasti panoramanya sudah aku bukukan.

Sayangnya aku hanya mahasiswa sastra, yang hanya bisa bercerita mengenai luar biasanya panorama kampusku tercinta saat terjadi guguran bunga lewat kata-kata. Tanpa sedikitpun berfikir akan ada yang membacanya dan menikmatinya bahkan merasa bahagia dan ikut merasakannya. Tapi inilah saya, yang bangga menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Akan kunikmati luar biasanya panorama yang kau (kampusku) sajikan setiap hari. Kesempatan yang seperti ini pasti akan kunanti meski hanya setahun sekali.

Umy Amanah

Sunday, November 2, 2014

7 ICONS Pelesir

Perkenalan dulu kami Kelompok 7 dalam rangka mencari informasi mengenai tugas Folklor mengantarkan kami pada Obyek Wisata Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten-Jawa Tengah. Perjalanan dimulaih dari kampus tepatnya Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan berangotakan empat orang ketambahan empat orang lagi yang ingin liburan. Tepat sekali jika anggota kelompok kami sebenarnya hanya Tri Janarti, Umi Amanah, Yeremia Catur Nugraha, dan Zulfahmirda Matondang. Ini tambahan orang yang ingin berlibur yaitu Jawahir Gustaf Rizal M., Klaimen, Eka Cristina Anggasari, dan Icha Latifah Hanum. 

Info Umbul Manten sebenarnya hanya dari Yeri, namun kelompok kami tetap melancong ke tempat tersebut dengan modal nekat dan rasa tidak malu bertanya. Dalam perjalanan sesekali kita bertanya, namun pertanyaan pertama pada warga menjelaskan bahwa tujuan kita masih sangat jauh, apa daya waktu itu aku mendengarnya dengan rasa takut membonceng Eka waktu itu. Perjalanan kita lalui dengan pelan, berharap agar tidak ada yang tertinggal dari rombongan. Hanya dengan empat motor dan delapan penumpang, kami lantas bertanya seberapa jauh lagi tujuan kita saat jalan yang kita lewati terasa sudah sedikit jauh dan meninggalkan lelah tanpa bekas.

Dua kali kita lalui jawaban yang mengecewakan, tepat sekali bahwa obyek wisata yang kita tuju sebagai obyek penelitian ternyata sudah terlewati ratusan meter. Tanpa menunggu lagi kami semua berputar balik, setelah merasakaan pantat ini agak sedikit panas dan tidak berasa ternyata obyek wisata Umbul Manten sudah di depan mata. Betapa bahagianya coba, melihat kerindangan pohon yang kala itu kita memandangnya dari kegersangan aspal jalan. Kamipun langsung memarkir kendaraan di parkiran yang telah disediakan.

Wawancarapun kami lakukan dengan iringan suara jepretan kamera tidak melupakan bahwa tujuan utama kami kesitu adalah untuk mendapatkan informasi mengenai Umbul Manten hal tersebut untuk tugas pemenuhan mata kuliah Folklor. Teman lain yang bukan anggota kelompok sangat menikmati panorama dengan bermain air dan berfoto selfi bersama. 

Setelah selesai dengan keperluan tugas, kamipun tanpa sadar melakukan hal yang sama seperti teman-teman kita lakukan sebelumnya. Berfoto, bermain air bahkan sampai mandi di lokasi pemandian yang disiapkan, airnya yang konon merupakan air mata pengantin wanita memang terlihat sangat jernih dan memiliki daya tarik untuk mandi di tempat tersebut. Namun, hanya anak laki-laki saja yang mandi, para wanita lebih memeilih mengambil foto untuk mendokumentasikan keindahan panorama kala itu. Haripun semakin sore mengantarkan kita untuk kembali ke rumah masing-masing, meski sebelumnya diakhiri makan bersama di angkringan pinggir jalan. Hari itu melelahkan, namun membahagiakan tanpa bisa kita bicarakan seperti inilah kami hanya bisa menuliskan. 

Obyek Wisata Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten-Jawa Tengah
Obyek Wisata Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten-Jawa Tengah
Obyek Wisata Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten-Jawa Tengah

Saturday, September 13, 2014

sasindo_B14 FSSR UNS

Aku tak pernah ingin mempersoalkan darimana kita berasal, seperti apa watak dan kepribadian seseorang dan segala yang membedakan untuk pemecahan kebersamaan. Aku hanya ingin selalu bersyukur telah menjadi bagian keluarga Kelas B Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Angkatan 2014. Harapanku keragaman perbedaan dalam segala selah selih kehidupan menjadi pupuk untuk kesuburan sebuah kesatuan, kekompakan dan ketulusan pertemanan. Penyamaan dalam sebuah tujuan semoga menjadikan kita untuk selalu tau darimana dan dari latar belakang apa kita sampai berada disini, ya... tentunya kesungguhan batin untuk menunaikan kewajiban menurut Islam ( belajar ). 

Tak perlu sebuah pernyataan untuk terkesan menjadi yang terbaik, tapi perlunya realita untuk menjadi baik. Darimanapun aku, kalian dan mereka adalah sebuah penyatuan dari takdir yang telah digariskan-Nya. Ini adalah anugrah, karena Alloh SWT memberikan kesempatan untuk kita saling melengkapi, mengerti dan memahami. Tanpa lupa akan sebuah tujuan utama kita yaitu untuk mencapai apa yang ada di hati kita masing-masing lewat, lantaran dan perantara Sastra Indonesia Kelas B.

Segala komitmen tak perlu disatukan tapi pengertian dan pemahaman sebuah komitmen perlu dikuatkan. Pengenalan tentunya menjadi awal sebuah kebukaan diri dalam kebebasan yang terkendali, pemahaman merupakan sebuah proses lebih dewasa dari pada hanya sebuah pengertian yang tak pernah ada. Tapi perlu adanya solidaritas untuk selalu ada dalam genggaman erat pencapaian sebuah tujuan dalam kehidupan masing-masing.

Syukur tak terhingga kepada Alloh SWT yang sebenarnya telah memberikan kita yang tak pernah terduga. Hanya perlu renungan untuk memahami semuanya, menerima segalanya dan memanfaatkan segalanya. Ketahuilah bahwa Alloh telah memberikan segala ilmu kepada kita lewat perbedaan, tentunya jika kita melihat dari berbagai sudut pandang. Namun Alloh SWT hanya menginginkan apa yang nantinya akan kita temukan. 

Intinya saja, saya bahagia menjadi bagian Sastra Indonesia kelas B Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semoga benar bahwa dengan sastra kita bisa menjadi lebih indah dengan penuh kesederhanaan. Keindahan lantunan bahasa, keindahan kepribadian fisik manusia dan keindahan perasangka hati saat bersama. Aamiin

Umy Amanah

Monday, September 1, 2014

SASTRA INDONESIA FSSR UNS



Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret adalah salah satu dari delapan jurusan di fakultas sastra dan seni Rupa UNS. Jurusan ini berdiri sejak 11 Maret 1976. Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1976. Sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan, fungsi lembaga ini menghasilkan lulusan peserta didik yang handal dalam bidang sastraIndonesiadengan spesialisasi bidang linguistik, sastra, dan filologi Indonesia/Melayu
Visi
Menjadi jurusan yang maju, unggul, dan terpercaya pada tingkat nasional dan internasional dalam ilmu sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang bertumpu pada budaya nasional terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa.  
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut Jurusan Sastra Indonesia menetapkan misi sebagai berikut:
  1. Menyelenggarakan pendidikan di bidang ilmu sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang mengedepankan suasana akademik yang sehat, demokratis, terpadu antara kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, memanfaatkan teknologi dan informasi mutakhir (information, communication, technology) yang dilandasi nilai-nilai budaya nasional terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa.
  2. Menyelenggarakan penelitian di bidang sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang berorientasi pada pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kesenian, untuk menjawab permasalahan masyarakat
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu serta pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa Indonesia  yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.
Sasaran Jurusan 
Untuk mewujudkan visi dan misi di atas, maka Jurusan Sastra Indonesia mempunyai tujuan sebagai berikut :
  1. Menghasilkan lulusan berbasis pada keahlian sosiolinguistik, sastra mutakhir dan sastra kitab, yang berkualitas dengan indikator (a) masa studi pendek (4,5 tahun), (b) indeks prestasi tinggi (3,2), (c) cepat diserap pengguna (masa tunggu 1-6 bulan), (d) mampu bersaing dalam bursa kerja, dan (e) mandiri.
  2. Menghasilkan penelitian dalam bidang sastra Indonesia denganspesialisasi bidang linguistik, sastra, dan filologi Indonesia/melayu yang berkualitas dengan indikator (a) meraih dana dari dikti (penelitian PDM/SKW, penelitian fundamental, dan penelitian hibah bersaing) dan dari sumber lain, (b) mampu menjawab permasalahan masyarakat (akademik), (c) mengembangkan teori.
  3. Menghasilkan karya-karya berkualitas dalam pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembinaan penggunaan Bahasa  Indonesia.

JURUSAN & PROGDI FSSR UNS

JURUSAN & PROGDI FSSR UNS
Sastra Daerah (Jawa)

Jurusan Sastra Daerah lahir pada Tahun 1976 dengan nama “ Jurusan Sastra Budaya Jawa” bersama dengan lahirnya Universitas Negeri surakarta Sebelas Maret. Sejak tahun 1981 hingga sekarang berganti nama menjadi “ Jurusan Sastra Daerah” berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No. 39 tahun 1984. Dari sudut pandang historisnya Jurusan Sastra DAERAH SEJAK AWAL KELAHIRANNYA memiliki kedudukan strategis dalam dua hal; Pertama, secara geografis cultural keberadaannya menjadi syarat pendirian Universitas Negeri di Surakarta, mengingat Surakarta adalah Kota Budaya bahkan dapat disebut sebagai Pusat Kebudayaan Jawa, maka pendirian universitas negeri haruslah “ mengemban”muatan local. Kedua, Jurusan Sastra Daerah memiliki arti  penting bagi perwujudan program andalan UNS yaitu pembentukan Pusat Kajian Budaya Jawa. Bertolak kepada dua hal tersebut melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurusan Sastra Daerah selalu berperan aktif  dalam pencapaian substansi-eksistensi visi dan misi dari lembaga. Visi
Mewujudkan jurusan yang berkualitas dan unggul dalam keahlian filologi, linguistic, sastra dan budaya berbasis nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Misi
  1. Menyelenggarakan proses belajar mengajar yang efektif dengan mengedepankan pembinaan suasana akademik yang sehat, demokratis, dan terpadu antara kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dengan memanfaatkan teknologi  dan  informasi mutakhir, serta  tetap memperhatikan perkembangan budaya masyarakat.
  2. Melakukan penelitian yang berorientasi pada pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan ilmu sastra, linguistic, filologi dan budaya Jawa.
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pem-binaan dan pemberdayaan budaya Jawa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Program Pengembangan
Arah Program pengembangan Jurusan sastra Daerah Meliputi empat hal :
  1. Meningkatkan proses belajar mengajar yang meliputi : memperpendek masa studi mahasiswa, masa penulisan skripsi, masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kualitas lulusan.
  2. Mengembangkan Pusat studi Kebudayaan Jawa yang diharapkan menjadi program andalan pengembangan budaya di UNS.
  3. Meningkatkan kualitas penelitian melalui kompetisi penelitian diantara anggota staf pengajar.
  4. Meningkatkan frekuensi dan memperluas cakupan wilayah pengabdian kepada masyarakat


Sastra Indonesia

Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret adalah salah satu dari delapan jurusan di fakultas sastra dan seni Rupa UNS. Jurusan ini berdiri sejak 11 Maret 1976. Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1976. Sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan, fungsi lembaga ini menghasilkan lulusan peserta didik yang handal dalam bidang sastraIndonesiadengan spesialisasi bidang linguistik, sastra, dan filologi Indonesia/Melayu
Visi
Menjadi jurusan yang maju, unggul, dan terpercaya pada tingkat nasional dan internasional dalam ilmu sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang bertumpu pada budaya nasional terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa.  
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut Jurusan Sastra Indonesia menetapkan misi sebagai berikut:
  1. Menyelenggarakan pendidikan di bidang ilmu sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang mengedepankan suasana akademik yang sehat, demokratis, terpadu antara kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, memanfaatkan teknologi dan informasi mutakhir (information, communication, technology) yang dilandasi nilai-nilai budaya nasional terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa.
  2. Menyelenggarakan penelitian di bidang sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu yang berorientasi pada pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kesenian, untuk menjawab permasalahan masyarakat
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang sastra Indonesia, linguistik Indonesia, dan filologi Melayu serta pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa Indonesia  yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.
Sasaran Jurusan 
Untuk mewujudkan visi dan misi di atas, maka Jurusan Sastra Indonesia mempunyai tujuan sebagai berikut :
  1. Menghasilkan lulusan berbasis pada keahlian sosiolinguistik, sastra mutakhir dan sastra kitab, yang berkualitas dengan indikator (a) masa studi pendek (4,5 tahun), (b) indeks prestasi tinggi (3,2), (c) cepat diserap pengguna (masa tunggu 1-6 bulan), (d) mampu bersaing dalam bursa kerja, dan (e) mandiri.
  2. Menghasilkan penelitian dalam bidang sastra Indonesia denganspesialisasi bidang linguistik, sastra, dan filologi Indonesia/melayu yang berkualitas dengan indikator (a) meraih dana dari dikti (penelitian PDM/SKW, penelitian fundamental, dan penelitian hibah bersaing) dan dari sumber lain, (b) mampu menjawab permasalahan masyarakat (akademik), (c) mengembangkan teori.
  3. Menghasilkan karya-karya berkualitas dalam pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembinaan penggunaan Bahasa  Indonesia.

Sastra Inggris

Jurusan Sastra Inggris berdiri bersama dengan berdirinya UNS. Jurusan ini berasal dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Surakarta, yang telah bergabung dengan UNS untuk mendirikan Fakultas Sastra.
Visi
Jurusan Sastra Inggris adalah salah satu lembaga pendidikan yang ikut bertanggung jawab dalam mengembangkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang bertaqwa, berbudi luhur, mandiri dan profesional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk ikut serta dalam memposisikan bangsa dalam percaturan global.
Misi
Misi Jurusan Sastra Inggris  ialah menyelenggarakan  Tri  Dharma  Perguruan Tinggi untuk menghasilkan :
  1. Lulusan yang berkemampuan akademik yang kritis, cakap dan profesional dalam bidang ilmu budaya dan kompetitif dalam menghadapi persaingan global.
  2. Produk penelitian, gagasan akademik,  dan teknologi  untuk ikut mengembangkan ilmu budaya dan profesionalisme yang berguna baik bagi ilmu itu sendiri maupun bagi masyarakat.
Program Pengembangan
Jurusan ini mengembangkan 4 bidang keilmuan, yaitu bidang kebahasaan/ Linguistik, Sastra Inggris, Penerjemahan dan Studi Amerika. Selain itu, Jurusan ini juga mengembangkan English for Spesific Purposes, yaitu English for PR , English for business, English for Tourism, dan English for Journalism.
Sarana Pendukung
Selain diperpustakaan yang dikelola fakultas, mahasiswa Sastra Inggris juga dapat memanfaatkan Independent Learning Center (ILC). Fasilitas ini menyerupai sebuah perpustakaan yang menyediakan koleksi buku yang digunakan empat mainstream yang ada dijurusan Sastra Inggris, yaitu buku-buku linguistik, Sastra, Kajian Amerika dan Penerjemahan. Pusat Pembelajaran Mandiri ini memang dikembangkan pada mulanya dari perpustakaan jurusan yang sudah lama dimiliki dan dimodifikasi untuk menjadi sebuah pusat pembelajaran mandir. Dengan Fasilitas ini, mahasiswa selain dapat membaca dan meminjam koleksi buku yang ada, mereka juga dapat menambah materi untuk berbagai mata kuliah yang dia dapatkan di dalam kelas. Dapat mencatat kemajuan pemahaman mereka akan materi yang mereka inginkan. Selain Buku, ILC juga dilengkapi dengan berbagai macam materi visual, seperti koleksi film dalam bentuk VCR, VCD, dan DVD, serta majalah/koran berbahasa Inggris. Kemudian, untuk membantu para mahasiswa mendapatkan informasi dan perkembangan ilmu yang terbaru, di ILC juga disediakan beberapa komputer yang online internet secara gratis.
Kerja Sama
Jurusan Sastra Inggris telah menjalin kerjasama dengan Radio Republik Indonesia Stasiun Surakarta berkaitan dengan penyuluhan bahasa inggris melalui radio. Selain itu, jurusan melakukan kerja sama dengan Terang Abadi TV, sebuah stasiun TV lokal berkenaan dengan proses subtitling film berbahasa Inggris kedalam bahasa Indonesia. Kegiatan penyuluhan bahasa inggris melalui radio hanya dilakukan oleh para dosen, sedangkan untuk kegiatan subtitling beberapa kali melibatkan mahasiswa didalamnya. Sementara itu, kerjasama yang pernah dijalin dengan lembaga lain diantaranya adalah Kantor Pariwisata Surakarta, dengan guru-guru bahasa inggris se kabupaten Karanganyar, dan dengan Kedutaan Amerika berkaitan dengan penyelenggaraan seminar dan lokakarya internasional.

Ilmu Sejarah

Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret di selenggarakan Pertama Kali Pada Tanggal 8 Maret 1976. Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No.10 tahun 1976. Jurusan Sejarah merupakan Program Studi yang berawal dari Program Studi pendidikan Sejarah di institusi-institusi sebelumnya yaitu dari IKIP Surakarta, Universitas gabungan Surakarta (UGS) dan akhirnya menjadi Universitas Sebelas Maret sampai sekarang.
Salah satu pendirian program studi ilmu sejarah adalah untuk mengembangkan pendidikan ilmu-ilmu humaniora, dengan dasar pemikiran bahwa sejarah adalah salah satu bagian yang penting untuk dipelajari. Orientasi akademi  Jurusan Ilmu Sejarah diarahkan untuk mengembangkan pendidikan dan riset dibidang Sejarah. Proses pendidikan dikemas dengan prinsip-prinsip profe-sionalisme sehingga diharapkan dapat melahirkan sejarawan yang handal dan profesional.
Materi pendidikan difokuskan pada kajian sejarah Indonesia dengan ditambah studi sejarah kewilayahan seperti Sejarah Barat, Sejarah Eropa, Sejarah Asia Tenggara, Sejarah Afrika. Dengan demikian lapangan kerja lulusan jurusan sejarah terbuka cukup luas di berbagai instansi pemerintah dan swasta di dalam dan luar negeri, seperti di  lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, arsip Nasional dan arsip daerah, Departemen Luar Negeri serta lembaga-lembaga riset seperti LIPI dan pusat-pusat studi maupun  penelitian ilmu-ilmu sosial, juga dapat memasuki dunia pers. kebudayaan tetap dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.
Visi
Menjadi lembaga jurusan yang maju, unggul dan terpercaya di tingkat internasional dalam ilmu sejarah yang bertumpu  pada budaya nasional, terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Misi
Berdasarkan visi tersebut, misi Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS dirumuskan sebagai berikut:
  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang mampu mendorong kemandirian yang memadai serta profesional di bidang kajian Sejarah Kebudayaan.
  2. Menyelenggarakan peneltian di bidang Sejarah Kebudayaan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarkat.
  3. Menyelenggrakan kegiatan pengabdian pada masyrakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat
Tujuan
Untuk melaksanakan misinya itu Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UNS menetapkan tujuan pengembangan sebagai berikut :
  1. Menghasilkan lulusan yang bertaqwa kepada Allah yang Maha Esa, berbudaya dan mempunyai kemampuan akademi dan profesional yang memadai di bidang spesifikasi Sejarah Kebudayaan.
  2. Menghasilkan produk-produk penelitian yang bertumpu dan sekaligus berdampak pada pengembangan pengetahuan yang berwawasan kebudayaan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
  3. Menjadi pusat kajian sejarah kebudayaan dan konsultan dalam bidang pembuatan atau perumusan kebjakan pembangunan

Seni Rupa Murni

Jurusan Seni Rupa Murni (JSRM) adalah salah satu dari delapan Jurusan di bawah Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret. Secara Embrional berawal dari sebuah jurusan bernama Jurusan Seni Rupa berdiri tahun 1976 bersamaan dengan berdirinya UNS, di dalam Fakultas Sastra Budaya (SASDAYA) dengan disiplin Seni Lukis dan Seni Patung. Tahun 1977 berkembang dengan dibukanya disiplin Desain Tekstil dan pada tahun 1979 dibuka disiplin Grafis selanjutnya pada tahun 1981 berkembang dengan dibukanya disiplin Seni Kriya dan Desain Interior. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0555/0/1983 tentang jenis dan Jumlah Jurusan pada Fakultas di Lingkungan Universitas Sebelas Maret, maka pada tahun 1984, Jurusan Seni Rupa berada pada Fakultas Sastra dengan nama Jurusan Seni Kriya dan berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 39/DIKTI/Kep /1984 tentang jenis dan Jumlah Program studi, maka jurusan seni Kriya akultas Sastra Universitas Sebelas Maret Surakarta memiliki 6 Program Studi, yaitu Prodi (1).Seni Lukis, (2).Seni Petung, (3).Grafis, (4).Desain Tekstil, (5).Desain Kriya, (6).Desain Interior. Secara yuridis status pendirian JSRM berdasar SK Rektor Nomor: 823/J27/KP/2002 tanggal 31 Desember 2002. SK tersebut sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Mendiknas RI No. 156/O/2002 tanggal 13 Agustus 2002 yang menjadi dasar pengembangan nama fakultas Sastra dengan lima jurusan selanjutnya menjadi Fakultas Sastra dan Seni Rupa dengan pemekaran delapan jurusan. Perubahan nama fakultas ini berdasarkan pada upaya pengembangan kedepan, mengingat Jurusan Seni Rupa yang semula dibawah satu jurusan pengelola, berkembang menjadi empat jurusan (Seni Rupa Murni, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, dan kriya Seni Tekstil) .
JRSM semula hanya Program studi dibawah Jurusan seni Rupa, Semarang telah menjadi jurusan yang memiliki empat Minat Utama yaitu Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, dan keramik. Dalam Rangka peningkatan kualitas PBM, Persiapan-persiapan pengembangan JSRM ini telah lama          
diupayakan, bahkan ketika masih berstatus Program Studi telah mengikuti kompetisi peraih dana hibah dari pusat (DIKTI). Tahun 2002 dan 2003 Program Studi /JSRM meraih hibah dari Program Semi-QUE IV lewat judul : Penggunaan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Sarjana dan Pengelolaan Jurusan/ Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret. secara garis besar karakteristik kegiatan Program tersebut adalah peningkatan kualitas pelaksanaan PBM dan pengelolaan manajemen jurusan yang dikembangkan kearah basis Teknologi Informasi(TI).
Visi
Sebagai salah satu pusat pemikiran, pengembangan, dan pengkajian yang ikut memikul tanggung jawab dalam rangka menyiapkan anggota masyarakat sebagai Sarjana Seni Rupa Murni yang berkualitas (baik teori maupun praktek)berbasis nilai-nilai budaya lokal, serta melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi meningkatkan daya saing Bangsa.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan kesenirupaan yang mendukung pem-bangunan demi kemajuan Bangsa dalam suasana akademik yang sehat, demokratis, dan penguasaan teknologi informasi mutakhir; yang tetap berakar pada budaya masyarakat (local-culture)
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu, teknologi, dan Seni dalam rangka menghadapi berbagai persoalan baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat dengan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat khususnya dalam dinamika kesenirupaan.
Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan berkemampuan akademik,kreatif, dan profesional dalam bidang kesenirupaan, mandiri, sehingga mampu menghadapi per-kembangan jaman.
  2. Menghasilkan pemikiran dan penelitian khususnya dalm bidang keseni-rupaan yang berkualitas untuk pengembangan pendidikan, ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni dalam rangka menjawab permasalahan yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional.
  3. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat yang ber-kualitas didasarkan pada penerapan IPTEK dan Seni serta pemberdayaan masyarakat khususnya dalam dinamika kesenirupaan.

Desain Interior

Awalnya merupakan Program Studi Arsitektur Interior, Jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra dan Budaya yang berdiri pada tahun 1981. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0201/0/1995 berubah menjadi Program Studi Desain Interior, jurusan Seni Rupa, Fakultas Sastra.
Dengan diterbitkannya SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 156/0/2002 tertanggal 13 Agustus 2002 tentang PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 0201/0/1995 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS SBELAS MARET, maka Program studi Desain Interior berubah menjadi Jurusan desain Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Selama rentang waktu sejak berdirinya, telah menghasilkan lulusan yang tersebar diberbagai tempat Indonesia, diantaranya bekerja sebagai dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka,  sebagai desainer mebel pada industri mebel, sebagai wiraswastawan  yang bergerak dalam bidang mebel dan pelaksanaan desain Interior.
Pengembangan Jurusan Desain Interior telah mengalami lonjakan yang cukup signifikan yaitu dengan tenaga pengajar mayoritas sudah berpendidikan S2 dan S3 (dalam proses studi), sarana dan prasarana seperti laboratorium, ruang kelas ber AC dan peralatan penunjang pengajaran yang lengkap, serta kurikulum yang selalu disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang desain interior yang perkembangannya sangat cepat. Selain itu telah banyak karya-karya ilmiah yang dihasilkan seperti penelitian dosen, tulisan ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah baik di Universitas Sebelas Maret sendiri maupun Universitas lain. Pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pembinaan dan pengembangan industri kerajianan di wilayah Surakarta dan Jawa Tengah, kegiatan pembinaan dan konsultatif desain interior melalui media cetak dan siaran televisi lokal Surakarta. Pameran karya desain Interior dan mebel pada ajang pameran skala lokal, nasional maupun internasional.
Visi
Menyiapkan sumber daya manusia terdidik dan  bertaqwa kepada Tuhan YME yang bertumpu pada budaya  nasional terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa serta keahlian dan ketrampilan  dalam bidang desain interior yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan Desain Interior yang demokratis terpaduantara kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler, pemanfaatan teknologi dan informasi yang mutakhir dengan memperhatikan perkembangan masyarakat.
  2. Menyelenggarakan pendidikan Desain Interior dan pengabdian masya-rakat yang berbasis pada penelitian dan eksperimen kreatif untuk men-jawab berbagai permasalahan Desain Interior di tingkat nasional maupun internasional.
Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berbudaya dan memiliki sikap dan jati diri yang dilandasi Budaya Jawa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya yang berkemampuan akademik dan profesional dibidang Desain Interior.
  2. Menghasilkan produk-produk penelitian, karya ilmiah, karya desain yang bertumpu & sekaligus berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi & seni yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat umum.
  3. Menghasilkan lulusan dibidang Desain Interior yang mandiri dan beretos kerja tinggi sehingga mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.
Program Pengembangan
Arah program pengembangan Jurusan Desain Interior meliputi empat hal:
  1. Meningkatkan proses belajar mengajar yang meliputi : memperpendek masa studi mahasiswa, penyaluran proses magang ( kerja praktek ),  manajemen pelaksanaan tugas akhir yang berkoordinir dan meningkatkan kualitas lulusan.
  2. Merintis pendirian Pusat Kajian dan Pengembangan desain yang diharap-kan menjadi Pusat Studi andalan pengembangan desain UNS.
  3. Meningkatkan  kualitas penelitian dan eksperimen kreatif  melalui kompe-tensi dan ajang pameran karya desain.

Desain Komunikasi Visual

Sejak tahun 2003, media digital, telah meningkat pesat dalam perkembangan mutakhir berupa produk komputer dan jaringan internet. Dewasa ini telahmuncul cakrawala kreatif yang menjelma sebagai dunia ekspresi visual-comunication “ Seni dan media” yang bersimbiose secara mutlak, dengan demikian seni dan media digital telah menetapkan dan memantapkan keber-adaannya sebagai bidang profesi Aesthetic, Ethic dan Artistik...........................
Jurusan seni rupa FSSR menetapkan sebuah jurusan baru dengan spesifikasi Desain Komunikasi Visual (DKV) yang sebelumnya tersedia apa adanya sebagai perluasan dari jurusan Seni Graphis. Dewasa ini orientasi kurikulumnya berkembang dan telah mencakup tiga wilayah-area (gambar/image, suara/sound, dan teks). Orientasinya tidak dibatasi pada gaya dan penggolongan berdasar karakter seni rupa dan media. Melalui kurikulum CBE (Competency Based Education And Behavioral Objectives Program) yang ditata sedemikian rupa agar institusi selalu berupaya untuk melengkapi para siswa suatu pengetahuan dan ketrampilan yang menyeluruh yang memberikan mereka peluang untuk memilih dan mengambil pilihan belajar dengan bebas. (dengan asumsi bahwa orientasi siswa adalah sangat jelas yaitu, berupa kesadaran profesi kareer yang sudah dikenali dan akan menjadi bagian hidupnya, bisa bersifat normatif maupun empiric artinya dapat dilihat, terukur dan account ability, tidak sebagai gambaran ideal saja.)
Kurikulum DKV telah dirancang dan disiapkan untuk merekomendasikan dan menghubungkan ketiga bidang area-sasaran image, sound dan teks. Tiga materi dasar ini perlu dan penting bagi “seni media”. Oleh karena itu secara formal penyediaan fasilitas oleh institusi dan management program kurikulumnya harus sangat memadai sebagai salah satu bagian dari tanduk Universitas dalam bentuk Jurusan DKV. Didalamnya telah tercakup sarana dan prasarana studio sound digital yang dilengkapi dengan info software dan info technical hardware mutakhir. Terdapat juga satu imaging studio yang juga telah dilengkapi dengan perlengkapan editing editing penerangannya, serta terdapat Animation studio yang lengkap dengan fasilitas internet, Server jaringan. Semua studio ini dilengkapi dengan AC, LCD Projector yang nyaman untuk belajar dan bekerja.
Prinsip dasar studi tahun pertama dan kedua, para siswa menerima bimbingan dan pelatihan praktis dari ahli, dengan tutorial dalam semua bentuk ethic, aesthetic, artistik dan teknik, mencakup problem umum gambar-desain, computer grapic, sound-suara dan teks. Setelah itu, para siswa bebas memilih bidang advance spesialisasi mereka berdasarkan pada apakah mereka mengingin-kan untuk menjadi seorang generalis seperti Dekstop Publishing ataupun spesialis Art-Media.
Visi
  1. Jurusan Desain Komunikasi Visual FSSR UNS adalah sebagai pusat pengembangan ilmu, teknologi, seni dan desain yang berlandaskan pada nilai luhur budaya nasional, dan budaya Jawa sebagai fokus penting sumber idea-konsep dalam era perubahan masyarakat
  2. Mengembangkan pentingnya Desain Komunikasi Visual sebagai componen utama dalam penomena ekonomi global dan pemasaran yang bersifat integral.
Misi
  1. Menyelenggarakan  pendidikan dan pengajaran yang menuntut  pengembangan diri dosen dan mendorong  kemandirian mahasiswa  dalam memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
  2. Menyelenggarakan Penelitian yang mengarah pada penemuan baru dibidang ilmu, teknologi dan khususnya Desain Komunikasi Visual.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada upaya pembrdayaan masyarakat.
Tujuan
  1. Menghasilkan Sarjana S1 yang memiliki profesional skill dan sikap ilmiah dalam bidang Desain Komunikasi Visual.
  2. Menghasilkan Sarjana S1 yang siap latih dan didik sebagai desainer creative, art derector untuk advertising agency, studio design, dan bahkan comporate desain.
  3. Menghasilkan Sarjana S1 yang mampu bekerja mandiri, mampu menemu-kan dan memecahkan permasalahan secara creative.

Kriya Seni / Tekstil

Jurusan Kriya Seni / Tekstil awalnya merupakan bagian dari Jurusan Seni Rupa yang menginduk pada Fakultas Sastra UNS, dengan nama Program Studi Desain Tekstil, Perububahan nama Desain Tekstil menjadi Kriya Seni tidak lepas dari adanya konsorsium seni yang memasukkan Desain Tekstil ke dalam kubu KRIYA. Dengan diterbitkannya SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 156/O/2002 tertanggal 13 Agustus 2002 tentang PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Nomor 0201/O/1995 tentang ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS SEBELAS MARET, maka program studi Desain Tekstil menjadi Jurusan Kriya Seni.
Dampak dari perubahan nama terutama di Universitas Sebelas Maret yang semula jurusan/prodi Desain Tekstil menjadi Kriya Seni cukup besar. Yang paling utama adalah nama Kriya Seni yang tidak lagi dapat dikenal oleh masyarakat karena hilangnya kata Tekstil. Beberapa kali usulan dari pihak jurusan kepada universitas terutama bidang pendidikan yang mengurus juga calon-calon mahasiswa mengenai jangan dihilangkannya kata tekstil kurang mendapat respon sehingga nama jurusan ini selalu tertulis sebagai jurusan Kriya Seni. Namun jurusan tetap menambahkan nama tersebut dengan kata tekstil, menjadi Jurusan Kriya Seni / Tekstil.
Kelompok studi Kriya sendiri terdiri dari beberapa program studi, yaitu program studi kriya : kayu, logam, gerabah (keramik), tekstil. Karena yang saat ini ada di Fakultas Sastra dan Seni Rupa adalah jurusan tekstil, maka jurusan melalui rapat jurusan tertanggal 1 Juli 2008 memutuskan nama jurusan ini adalah KRIYA TEKSTIL.
Visi
Sebagai pusat pernciptaan dan pengkajian kriya tekstil yang mempunyai peran strategis dalam pelestarian dan revitalisasi tekstil tradisi Nusantara serta pengembangannya ke arah tekstil modern.
Misi
  1. Mengembangkan keilmuan kriya tekstil dalam dimensi kultural dan spiritual tanpa meningalkan nilai-nilai budaya lokal
  2. Meningkatkan kemampuan pengkajian dan penciptaan kriya tekstil dengan mengembangkan wacana, gagasan, estetis, dan metode agar mampu bersaing dalam percaturan budaya global.
  3. Menerapkan sikap kritis, reflektif, dan terbuka terhadap pergeseran paradigma keilmuan, teknologi, dan keprofesian dalam bidang tekstil
Tujuan
Menghasilkan lulusan yang mampu :
  1. Menciptakan dan mengekspresikan beragam gagasan ke dalam bentuk karya tekstil
  2. mengkaji beragam fenomena kriya tekstil tradisional dan modern secara kreatif, inovatif, dan profesional.
  3. Melestarikan khasanah tekstil Nusantara secara etis dan akademis
  4. Mengelola beragam kegiatan kriya tekstil dalam era industri kreatif

Diploma Usaha Perjalanan Wisata

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 41/DIKTI/Kep/1999 tertanggal 25 Februari 1999, maka dibentuk Program studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata pada Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret. Lulusan dari Program Studi ini diberikan sebutan profesional Ahli Madya disingkat A.Md.
Program pendidikan D-3 kepariwisataan yang diselenggarakan oleh fakultas Sastra Universitas sebelas Maret adalah pendidikan Kepariwisataan yang memadukan antara teori dan praktek dalam bidang usaha perjalanan wisata dan didukung oleh jalinan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Para lulusan program ini merupakan tenaga profesional yang siap pakai. Masih minimnya tenaga jumlah lulusan D-3 kepariwisataan di Indonesia, menjadikan pasar kerja di bidang ini memberikan peluang desempatan kerja yang sangat besar. Terutama peluang kesempatan kerja itu dapat diciptakan dan dilakukan melalui kegiatan usaha perjalanan wisata yang menjadi central berkembangnya pariwisata, sehingga semua infra struktur pariwisata sangat memerlukan tenaga-tenaga profesional di bidang ini.
Visi
Visi Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra dan Seni Rupa ingin mewujudkan lembaga pendidikan yang mandiri, demokratis dan terbuka dalam rangka menyiapkan tenaga profesional di bidang pariwisata, berkualitas serta memiliki kemampuan tinggi sehingga mampu bersaing pada tingkat regional, nasional maupun internasional.
Misi
Misi Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS yang didasarkan pada visi tersebut di atas maka dirumuskan sebagai berikut :
  1. menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang mampu mendorong kemandirian dosen dan mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan dan ketrampilan di bidang pariwisata
  2. menyelenggakan penelitian yang mengarah pada penciptaan atraksi-atraksi wisata baru
  3. menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat
Tujuan
Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata memiliki tujuan antara lain :
  1. menciptakan lingkungan yang kondusif  untuk mendorong pengembangan kemampuan diri dosen dan mahasiswa D III UPW
  2. menghasilkan lulusan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, dan mandiri, serta mampu menguasai pengetahuan dan ketrampilan di bidang pariwisata
  3. melahirkan produk-produk paket wisata baru khususnya wisata budaya yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat secara luas
membangun jaringan dan kerjasama dengan para pihak untuk mengembangkan industri pariwisata berbasis masyarakat dan petensi daerah

Diploma Bahasa Inggris

Untuk memenuhi  kebutuhan akan tenaga  profesional  tingkat  Menengah dalam bidang bahasa Inggris maka dengan diterbitkannya keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Republik Indonesia nomor : 125/DIKTI/Kep/1999 tertanggal 7 April 1999 dibentuklah Program Studi D-3 Bahasa Inggris pada Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.
Pendidikan Program D-3 Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret menekankan pada kemampuan “Language Skills” seperti speaking, reading, listening dan writing juga mendapatkan “ English for specifik Purposes“ misalnya English for Busines, Public Relation, Journalism, Tourism dan Translation. Dengan Keahlian bahasa Inggris, dapat dipastikan bahwa persaingan pasaran kerja yang amat ketat bisa ditembus dengan mudah.
Visi
Menjadi program studi yang mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam menggunakan bahasa Inggris, sehingga memiliki daya saing di pasar global.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan, pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dalam menerapkan keterampilan berbahasa Inggris.
  2. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan keterampilan berbahasa Inggris.
Tujuan 
  1. Menghasilkan lulusan yang terampil berbahasa Inggris, mandiri, dan kompetitif dalam menghadapi persaingan global.
  2. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam berbahasa Inggris dan memiliki keunggulan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengajaran, penerjemahan dan kehumasan.
  3. Menghasilkan lulusan yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan pasar global.
  4. Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara positif baik secara individu maupun di dalam tim yang bersifat multidisiplin.
  5. Menghasilkan lulusan yang mempunyai pemahaman tentang tanggung jawab dan etika profesi.

Diploma Desain Komunikasi Visual

Perkembangan dunia industri kreatif dewasa ini diIndonesiasemakin maju pesat ditambah dengan adanya perhatian pemerintah yang mulai melihat potensi industri kreatif di negara ini perlu dikembangkan lebih lanjut, maka tuntutan kebutuhan akan tenaga terampil dalam industri kreatif (khususnya yang terkait dengan Desain Komunikasi Visual) akan terus meningkat. Oleh karena itu industri kreatif merupakan peluang bagi para mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang nantinya setelah menyelesaikan pendidikan vokasi akan terjun masuk ke salah satu industri kreatif yang terkait dengan bidangnya tersebut.
Program studi D3 Desain Komunikasi Visual, secara lembaga formal strukturnya dibawah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret memiliki tujuan menghasilkan seorang Ahli Madya (A.Md) yang memiliki kemampuan teknis guna memenuhi kebutuhan dunia industri kreatif yang memiliki standar kompetensi pada desain grafis, multimedia dan komunikasi visual periklanan. Program studi D3 Desain Komunikasi Visual sudah berjalan selama 10 tahun  (berdiri tahun 2000),  maka dalam pengelolaannya akan berfokus pada hal yang bersifat pengembangan dan peningkatan institusi, dalam upaya mendapatkan kepercayaan publik atas lembaga, maka program studi D3 Desain Komunikasi Visual akan mengembangkan beberapa fokus penting antara lain sistem manajemen, kurikulum (Kurikulum Berbasis Kompetensi), sumber daya manusia dan infrastruktur.
Visi
  1. Menjadi program studi Desain Komunikasi Visual terapan yang mengacu pada ilmu pengetahuan, wawasan aktual dan berorientasi pada perkembangan teknologi.
  2. Menjadi program studi yang berbasis pada nilai-nilai budaya nasional dalam implementasi karya-karya desain modern.
  3. Menjadi program studi yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk menjadi mitra pemerintah, masyarakat serta dunia industri kerja dan berperan serta dalam pengembangan industri kreatif diIndonesia.
Misi
  1. Mendidik tenaga ahli yang memiliki kompetensi dengan menguasai pengetahuan dan wawasan yang berbasis teori komunikasi visual, kreativitas, ketrampilan mendesain baik secara manual maupun digital, serta memiliki sikap mandiri dan bertanggung jawab pada pekerjaannya.
  2. Mendidik tenaga ahli untuk mengenal dan mendalami sekaligus memberdayakan potensi budaya nasional dalam penerapannya ke dalam karya-karya desain modern.
  3. Mendidik tenaga ahli dengan menekankan pada improvement dan aplikasi keahlian profesional dalam bidang Desain Grafis, Multimedia, dan Komunikasi Visual Periklanan dan penguasaan keahlian bidang Komunikasi Visual dengan mempertimbangkan faktor-faktor persuasi, komunikasi, visual, audio dan text.
  4. Mendidik tenaga ahli komunikasi visual yang difokuskan pada keahlian dalam bidang desain yang berbasis sistem, seni dan teknologi yang memiliki kemampuan merancang karya desain komunikasi visual statis maupun dinamis.
Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi sehingga memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu merumuskan gagasan secara sistematis dan menerapkannya dengan tingkat kemampuan teknis yang berstandar industri serta mengkomunikasikan karya secara efektif.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu bekerja sama dengan bidang keahlian lain yang terkait dalam suatu organisasi kerja.
Sasaran
Kompetensi lulusan program studi D3 Desain Komunikasi Visual diharapkan memiliki kemampuan utama berupa kecerdasan dan ketrampilan kreatif memecahkan berbagai masalah bidang komunikasi visual dengan penekanan pada sisi invensi dan inovasi pribadi yang profesional dan berlandaskan budaya nasional.


Diploma Bahasa China

Program Studi D3 Bahasa China Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret didirikan atas dasar izin Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional No. 4216/D?T/2004 tertanggal 27 Oktober 2004. Program ini kemudian melakukan launching dalam bentuk diskusi panel kurikulum dengan mempertemukan para akademisi, praktisi, dan para pengusaha (Steak Holder) guna mendapatkan desain kurikulum yang sempurna. Jadi, diharapkan Program D3 China ini dapat menghasilkan lulusan yang cakap berbahasa China, baik keahlian umum (general skills) maupun keahlian khusus (Chinesse Language Specific Purpose).
Ketrampilan umum yang menjadi target kemampuan aktif/pasif dan lisan-tulis dalam bahasa China. Adapun keterampilan khusus adalah realisasi dari berbagai konsentrasi dalam berbagai paket. Paket konsentrasi yang dimaksud bisnis (businiss), kehumasan (public relation), pemandu wisata (guiding) dan pengajaran (teaching).
Program yang telah disempurnakan berdasarkan masukan dari calon pengguna lulusan (pengusaha, praktisi bisnis dan wisata) dan pakar bahasa Asing. Ini dirancang untuk mewadahi minat masyarakat lulusan SLTA dan tidak menutup kemungkinan lulusan diatasnya yang ingin belajar Bahasa China.
Visi
Visi Program Studi D3 Bahasa China Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret adalah menyingkapi proses globalisasi -khususnya peningkatan kontak bisnis, budaya, pendidikan dan pariwisata, antara Indonesia dan negara-negara lain yang berbahasa China-melalui penyelenggaraan Pendidikan Bahasa China yang progresif dan profesional.
Misi
Misi Program Studi D3 Bahasa China Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret yang didasarkan pada visi tersebut di atas maka dirumuskan sebagai berikut.
  1. Menyelenggarakan pendidikan professional yang mampu menghasilkan tenaga ahli madya di bidang bahasaChina.
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang  menitikberatkan pada kompetensi dan kemampuan  baik  secara lisan maupun tulisan  di bidang bahasaChina.
  3. Menyelenggarakan pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan kemajuan jaman dan sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Tujuan
Untuk melaksanakan misi itu, Program Studi D3 Bahasa China Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS diselenggarakan dengan tujuan menghasilkan lulusan yang memahami, menguasai dan terampil menggunakan Bahasa China sesuai dengan paket konsentrasi kekhususannya, yaitu untuk bisnis (business), kehumasan(public relations), kepariwisataan (guiding) maupun pengajaran (teaching).


Sastra Arab

Visi
Menjadi pusat studi bahasa, sastra, dan budaya Arab yang unggul pada taraf nasional dan internasional berlandaskan pada profesionalisme, mutu, dan daya saing yang tinggi.
Misi
  1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran yang bertumpu pada suasana akademik yang sehat, dinamis, dan terpadu antara kegiatan kurikuler,  ekstrakurikuler dengan memanfaatkan sarana informasi dan teknologi  serta sumber-sumber informasi yang memadai sesuai dengan kebutuhan zaman.
  2. Melaksanakan penelitian yang berorientasi pada pengembangan wawasan, kemampuan  dan  keahlian bahasa, sastra, dan  budaya Arab.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis pada pengetahuan dan kebudayaan Arab. 
Tujuan
 
Tujuan dibukanya Jurusan Sastra Arab adalah sebagai berikut:  
  1. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam menggunakan bahasa Arab untuk berbagai kepentingan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu homaniora seperti bahasa,   agama,  seni, filsafat, budaya, dan kepentingan-kepentingan praktis dalam komunikasi.
  2. Mendorong terciptanya suasana akademik dan semangat belajar bagi pengajar dan peserta didik dalam mempelajari ilmu-ilmu kebahasaan, kesusasteraan, dan kebudayaan Arab.
  3. Menghasilkan lulusan yang profesional  bermoral, dan menguasai berbagai teori dasar keilmuan serta mampu mengembangkan ilmu-ilmu Arab secara teori dan praktek melalui penelitian dan penalaran melalui forum ilmiah dan lapangan.
  4. Menciptakan lembaga yang dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian bagi masyarakat yang mampu menjembatani hubungan antara kepentingan pendidikan di Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

Powered by Blogger.