Whats wrong with me? Idk. That is always my answers. Today I feel so bad for myself for not doing good for everything. Especially for having social media that makes me spend a lot of time which is that is so waste my time. People have problem when they have social media cos they compare their self to others. But I'm not. I have problem about social media cos those are so fu*king waste my every single time. I can spend 3-5 hours for just scrolling and watching something that didn't impact for a good reason in my life. Now, I feel depress for it. So, I decided to delete all my social media, such as facebook, instagram, twitter, tiktok for like permanent. I thought, this is a big decision that I made. I hope it will works for myself, my life, and my mental health. I want to love myself like I should be. That's it.
Sunday, October 18, 2020
Sunday, September 6, 2020
Dear Me #2
I don't know why I hate myself so much today. I think that everything in my heart, my brain, and in my body aren't in tune. It sucks honestly, but I can't handle them. How can everything inside us aren't in tune if we are the only thing that have those of things? Lot of times I always confused. I thought that my heart always knew about something that's right or not right. And then my brain think of how I should be or suppose to be, but the problem is in my body. The body is always like that, show to the heart and the brain that the body don't wanna be that the heart or the brain want. I am in so much trouble about that. How I can't handle my body to be something that my heart and my brain want. How to handle my body to be that the what the heart and the brain want it?
How? Because I don't wanna ask why?
Surakarta, 6 September 2020
Wednesday, June 24, 2020
Dear Me #1
Sunday, January 19, 2020
Kulminasi (dan cerita-cerita lain)
Sunday, January 12, 2020
LIFE BEGINS AT THE EDGE OF YOUR COMFORT ZONE
| Semua orang akan berubah, kecuali dia. Foto: Wisuda 15 Desember 2018 |
Sunday, August 11, 2019
Perbincangan 2 Orang Editor
![]() |
| Work Space |
Monday, September 24, 2018
Petualangan Bersama Allah Swt.: Setelah Kuliah? Mencari Allah Swt.
Well, this is the answer. Setelah kuliah, saya ingin sekali "mencari Allah Swt". Keinginan ini menjadi salah satu bagian dari petualangan saya bersamaNya. Tentu saja, bahwa saya telah bersama Allah Swt. sejak Ia menciptakan saya.
Lalu, kenapa saya ingin mencariNya?
Sejujurnya saya menulis ini di sela-sela menunggu wisuda. Pertanyaan yang sangat membosankan selalu dilontarkan orang kepada mahasiswa yang statusnya seperti saya (nunggu wisuda), mending daripada (jomblo menderita).
Perasaan saya ingin "mencari" Allah Swt. sudah saya planing sejak lama, tapi apa daya. Saya sangat sombong dengan kesibukan dunia yang fana.
Lalu bagaimana? Sebelum terlalu jauh dan salah perspektif, saya ingin menegaskan bahwa maksud dari "mencari" adalah "mendekati" Allah Swt.
Oke, kembali ke topik. Alasan saya ingin mencari Allah Swt. setelah kuliah didasari oleh banyak hal. Pertama, karena keinginan saya. Kedua, tentunya karena kuliah saya selama empat tahun yang luar biasa. Ketiga, karena orang tua dan keluarga. Keempat, karena pembimbing skripsi saya. Kelima, karena sahabat dan lingkungan.
Pertama: Keinginan
Saya adalah salah satu orang yang memiliki keinginan sangat kuat, sehingga sangat sering dibilang memaksakan kehendak. Saya pikir itu positif, karena pertama adalah saya orang yang memiliki keinginan kuat, akan tetapi saya ingin mencari Allah Swt. agar tidak memiliki embel-embel "memaksakan kehendak", namun lebih pada "berikhtiar" yang berarti berdoa serta berusaha lantas menyerahkan segala hasil kepada Allah Swt.
Kedua: Kuliah Empat Tahun yang Luar Biasa
Sejatinya pada awal, saya adalah mahasiswa salah jurusan. Kuliah saya "kupu-kupu" alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Hidup saya FLAT waktu itu, tetapi memasuki semester tiga banyak hal yang akhirnya membuat saya jatuh cinta BANGET pada bidang studi yang saya ambil. So, sejak itulah HARD TIME HAS BEGIN, kalo kata kids jaman now "pas lagi sayang-sayangnya dan cinta-cintanya". Saya menghabiskan enam semester saya dengan air mata. Penyebabnya banyak, setiap orang pasti punya. Hal yang paling saya sukai adalah ketika enam semester itu saya sering menangis saat salat, doa, dan sendirian. Akhirnya saya dapat berdiskusi dengan Allah Swt. setelah selama itu (OMG I got it). This is one of the best feel I can have.
Ketiga: Karena Orang Tua dan Keluarga
Pasti, bahwa orang tua dan keluarga menjadi salah satu hal yang mendukung saya untuk mencari Allah Swt. Hal itu karena sejak saya kuliah, ortu dan keluarga pun ikut merasakan hard time. Keadaan itulah yang membuat saya berpikir, Allah Swt. is the only one who can give everything (for them), but I can't.
Keempat: Pembimbing Skripsi
Namanya Pak Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. Saya mengenal beliau sejak semester dua dan mulai sering berdiskusi sejak semester tiga. Sejak itulah saya percaya bahwa beliau bisa membimbing saya sampai skripsi. Hadiahnya adalah bahwa beliau tidak hanya sekedar pembimbing skripsi, namun membimbing dalam kaitannya dengan kehidupan. Setiap kali diskusi sejak semester bawah dan mulai intens bimbingan skripsi, saya sering mendapati bahwa beliau selalu mengaitkan satu hal dengan banyak konteks. Hal itulah yang membuat saya kagum pada beliau. Pada suatu bimbingan, kami sedang membahas konteks dari teks karya sastra dan beliau mengatakan, "Orang yang dekat dengan Allah Swt. pasti bahagia." Waktu itu bertepatan dengan saya yang sedang uring-uringan merasa tidak bahagia dalam hidup. Saya lantas menyimpulkan bahwa saya tidak dekat dengan Allah, maka saya tidak bahagia. Sejak itulah, saya ingin mencari Allah untuk kebahagiaan saya.
Kelima: Sahabat dan Lingkungan
Waktu-waktu sulit selama perkuliahan akhirnya menunjukkan sahabat-sahabat yang selalu tinggal namun tidak pernah meninggalkan. Sahabat itu kemudian menuntut saya pada lingkungan yang akhirnya membentuk saya, bahwa makhluk ciptaanNya saja mengasihi saya sedemikkan rupa. Lalu bagaimana atas apa yang dilakukan sang pemilik rasa kasih yang sesungguhnya kepada saya? Hal tersebut benar-benar membuat saya ingin mencarinya.
Beberapa uraian tersebut merupakan faktor yang mendukung saya untuk mencari Allah Swt. tentunya agar saya bahagia. Sisanya adalah reward dan hari ini, saya memulainya.
Bismillah, setelah kuliah? Saya mencari Allah Swt.
PENGUNJUNG MAMPIR
ABOUT ME
FOLLOWERS ME
Translate
LABELS BLOG
PALING SERING DIBACA
-
Dlam melakukan pembangunan berkelanjutan harus memenuhi ciri-ciri pembangunan berkelanjutan itu sendiri. Ciri-ciri pembangunan berkelanjuta...
-
Ada 4 teori masuknya ajaran agama Hindu Budha ke Indonesia. Teori teori tersebut yaitu: a. Teori Brahmana Teori Brahmana meng...
-
Setelah belajar mengenai kualitas lingkungan hidup dan macam-macam kualitas lingkungan hidup. Kini saatnya kita mempelajari faktor-fakt...
-
Di SMA Negeri 2 Purbalingga tepatnya di kelas XI, Pak Joko (Guru Bahasa Indonesia) menugaskan kami untuk membuat biografi temanya orang...
-
Setelah sebelumnya kita siswa kelas XI SMA telah mempelajari Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup, kini saatnya kita mempel...
-
Perbedaan Imperialisme Kuno dan Modern Imperialisme Kuno : 1. Segi waktunya : Sebelum Revolusi Industri 2. Semboyan : 3 G ...
-
Setelah mempelajarai definisi perubahan sosial dalam masyarakat, tentunya kita juga harus mengetahui cirinya. Berikut merupakan ciri-ci...
-
Telah mempelajari materi Lingkungan Hidup dari pengertian, unsur, kaidah atau hukum yang berlaku. Kini saatnya kita mempelajari Fakto-f...
-
ANALISIS SEKUEN NOVEL CINTAKU DI KAMPUS BIRU Karya Ashadi Siregar Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Kesusastraan D...


