Thursday, June 20, 2013

Tulisanku Part #9

Ternyata Berlanjut

Umy AmanahKemarin, tepatnya hari Kamis (20/6) sarapan yang disuguhkan pukul 15:15 WIB memang terkesan telat. Disuguhi mie ayam yang merupakan makanan favorite ku dengan tingkat kepedasan yang luar biasa itupun menjadi pengisi lambung pertama hari itu. Dengan tangan gemetar dan badan terasa dingin ku santaplah semangkuk mie ayam dengan lahap. Berharap masuk angin kelaparanpun tak menerjang. Sungguh kesibukanlah yang membuatku seperti itu.

Namun sayang ketidakstabilan kondisi badan berlanjut, malam tadi badanku seolah tak mampu terbangun, entah karena apa. Sungguh bagaimana fisik ini kian tak berdaya untuk mengambil tenaga yang ada dalam dada. Pucat melihat raut wajah yang biru membuatku bertanya, apakah ini efek dari segalanya. Ketika tubuh tak mau tuk menerima apa yang kita lakukan, apakah semuanya akan bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Pagi ini kubuka mata dengan beribu harapan kesembuhan, meski kondisi dalam raga belum bisa diharapkan, tapi aku percaya jika kedisiplinan dalam hidup menjadikan kita sehat. Sarapan pagi inipun kumulaih pada pukul 8:00 WIB, berharap semua menjadi lebih baik dengan apa yang aku lakukan sekarang. 

Umy Amanah

Poetry Pat #9

Umy Amanah Tak Perlu

Mata kian menampakan realita
Meski mulut kian berdusta
Sungguh tak pernah kusangka sebelumnya
Membuat segalanya berarti tanpa nyata

Sayang, kau terlalu membuatku jauh
Terbang tanpa tau setinggi apa
Hingga ku sadar jauh dari alas lepas
Membuatku takut terjatuh pelan

Tak perlu
Jika sebuah realita penuh dusta
Beralih dari bayang semu
Menjadi hal berat yang kan kau akukan

Percayalah, jika jujur membuatku tersadar
Jika kau hanya bersandiwara
Bukan main di dunia nyata
Namun hanya aturan sutradara belaka


Umy Amanah

Tuesday, June 18, 2013

Tulisanku Part #8

Bukan Akhir

Eky Nur Rofiqoh
Guys ini dia kisah cerita penyelesaian yang memang bukan akhir kehidupan. Pagi ini tepat 19 Juni 2013, Eky Nur Rofiqoh, yah dia memang teman semejaku di sekolah. Menjadi keluarga mungkin tak terimpikan sebelumnya, namun twitternya pagi ini membuat aku terinspirasi untuk mencorat-coret blog ini. Seperti inilah bunyi statusnya :
15 menit
dulu kitaa ga saling kenal loh tapi kita sekarang udah kaya sodara yah * senggol
Itu dia bunyi twittnya pagi ini yang sontak membuat aku hanyut dalam perasaan bercampur. Memang satu tahun di kelas X SMA Negeri 2 Purbalingga belum mampu mengenalkan kami berdua, boro-boro aku mengenal dirinya. Melihat wajahnya seperti apa akupun tak tahu. Padahal menjadi tetangga kelas bukan hal jauh untuk menjalin pertemanan, tapi itulah rahasia Tuhan. Kuawali saat duduk di depan kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Purbalingga, salamku padanya kala itu mengawali dunia. Wajah tengak tengok polos dari rautnya menjadikan aku bertanya.
Umy : "Kamu duduk sama siapa?" (tanyaku menyapa).
Eky  : "Kamu sama siapa ? Aku sama kamu ya?" (tanya balik, #tepuk jidat plaaaaaaaaaakkkk).
Umy : (senyum). "Ya sudah."

Itulah awal dimana kita saling mengenal, sungguh satu tahun ini bukan menjadi perjalanan panjang dimana dalam menjalaninya kita hanya melihat untuk saling menghormati dan menghargai kekurangan bahkan tak terlintas sedikitpun tuk mengagung-agungkan kelebihan. Yeah, rasa kekeluargaan itu timbul ketika sebuah temen membawa kita menjadi baik, menjadi diri yang pantas dimata orang lain meski belum pantas dimata Tuhan. Sungguh, aku sangat percaya jika suatu saat nanti kita akan saling melihat jika aku menoleh sebelah kananku, terlihatlah Eky Nur Rofiqoh menjadi orang yang baik dimata Tuhan dan ketika Eky menoleh kekirinya, terlihatlah aku Umy Amanah menjadi orang yang baik dimata Alloh juga. Aamiin 

Berharapku pada Tuhan dan dunia yang menjadi saksi pertemuan rasa kekeluargaan kita, meski akhir kelas dua menghantar perpisahan kita menuju kelas tiga. Sungguh harapan tuk saling berkeluarga tetap segalanya. Miss you my frien, today, tomorrow and forever. See you next.......


Umy Amanah
Eky Nur Rofiqoh

Eky Nur Rofiqoh
Eky Nur Rofiqoh

Eky Nur Rofiqoh
TAK PERLU BANYAK FOTO KETIKA SEDIKIT FOTO LEBIH BERARTI SEBAGAI SAKSI MOMENT INDAH DI HATI.

Poetry Part #8

Umy AmanahTak Ada Duanya

Resah khawatir terlihat dari matanya
Berkaca seolah semua tak baik saja
Salahpaham malam ini memang berbeda
Membuatnya menangis dengan air mata

Mom, I am so sorry
Ketika ucapaku tak nyaring di telinga
Membuatmu terluka dalam sanya
Sayang, aku dan adik baik saja

Senyum pasca kaca matamu
Membuat hatiku kian tersumbu
Maafkan aku mom
Bukan bermaksud membuatmu rindu

Umy Amanah

Sunday, June 16, 2013

All Abaut Class

Umy Amanah Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Purbalingga yang penuh kontroversi ini memang menyimpan banyak cerita dalam hidup. Meski diawali dari kesalah pahaman dalam kelas hingga kontroversi dari nama kelas Asosiasi Sebelas IPS Telu yang disingkat menjadi A.S.S.U ini malah justru memiliki happy ending sampai hari ini. Yeah, karena itulah kedekatan kami akhirnya erat. Rasa kekeluargaan dari awalnya yang banyak kesalah pahaman embuat kita berdiri bersama dan saling bekerjasama.

Cakra Khan - Lelah

Ini dia lagu yang lagi sering banget aku dengertin akhir-akhir ini. Yap, bener banget kalau lagunya Cakra yang lagi ngepas banget sama perasaanku. Coba deh resapi syair-syairnya atau liriknya percaya deh kalo kalian juga bakal hanyut sama suasana lagu ini !
Umy Amanah


LELAH

Rindu ini takan mati
Walaupun apa yang terjadi
Oh akankan sang mentari 
Sampaikan ceritaku ini 
Aku lelah dan teramat lelah 
Menanggung beban sendiri 
Aku lelah kuteramat lelah 

Biarkan bintang tak terangi
Asalkan kau ada disini 
Akan ku lakukan semua 
Sgala yang kau minta
Agar kau bahagia 


Luka ini tak sakiti 
Kan ku rasakan sampai mati 
Aku lelah ku teramat lelah
Menanggung beban sendiri 
Aku lelah ku teramat lelah 
Biarkan bintang tak terangi 

Asalkan kau ada disini 
Akan ku lakukan semua 
Sgala yang kau minta 
Inginkau bahagia

Lelahku menanti disini
Ditemani bulan dan mentari
Dengan cinta yang tulusa dan suci 
Rasa lelah ini kan sangat berarti
Aku lelah dan teramat lelah

Umy Amanah

Poetry Part #7

Terbaik Untuk Kita 


Umy Amanah
Kuhirup alunan nafas dari hidung 
Hembusan rasa lelah kian bersenandung
Lewati setiap rintangan yang kian menyandung
Meski malam tak peduli ku merenung

Pahamku jika itu yang terbaik untukmu 
Berjuta kasih meski tak tersampai olehku
Tak penting jika aku mesti terluka 
Karena lebih penting membuatmu bahagia

Sadarku takada aliran darahmu dinadiku
Meski Adam dan Hawa buatku bersaudara denganmu
Sayang, tak semua setuju akan hal itu
Ketahuilah meski aku lara jika itu terbaik untukmu

Bukan menghindar
Bukan pula menjauh sadar
Tapi ini sebuah kenyataan sukar
Yang membuatku hanyut dalam lingkar

Pejamku malam ini
Buatku mengerti akan apa yang tak terpungkiri
Ketika sosok lain tak bisa memahami
Betapa hati ini kian tersakiti 

Umy Amanah

Powered by Blogger.