Sunday, January 19, 2020

Kulminasi (dan cerita-cerita lain)


Kulminasi dan cerita-cerita lain
Kulminasi (dan cerita-cerita lain) adalah sebuah buku antologi cerpen para Penulis Emerging Ubud Writers and Readers Festival, Ubud, Bali, 2016. Menurut kata pengantar, buku ini adalah media bagi mereka untuk mengikat tali silaturahmi dan produktifitas berkarya. Begitu ringkasnya.

Sejujurnya dari sekian banyak cerpen yang ada di dalamnya, saya perlu jungkir balik untuk memahaminya. Habisnya, baik tema, latar, maupun pemikiran dalam cerita berbeda-beda. Misalnya saja tema cinta yang bahkan dimaknai berbeda-beda dalam setiap cerita. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam saya memahami isi.

Saya boleh bilang bahwa hampir semua cerpen dalam buku ini saya sukai. Akan tetapi, sebagai pembaca saya tentu saja tidak munafik untuk mengakui ada satu cerita yang menjadi favorit saya.

Depor (dibaca dapur) karya Arung Wardhana Ellhafifie berhasil menjatuhkan hati saya. Depor adalah sebutan dapur oleh
orang-orang Madura. Berseting di Pondok Pesantren Nurut Taufiq dari 1987 sampai 2016 diringkasnya menjadi cerita 10 halaman.

Saya sangat terkesan dengan isi ceritanya. Pemahaman saya mengenai cerita tersebut adalah tentang prinsip "kesabaran dan penerimaan". Kita tidak pernah tahu segala sesuatu yang saat ini sedang dilakukan akan bermuara ke mana. Seperti keteguhan hati seorang santri dalam cerita yang sangat mencintai Kiainya sampai ia pun menjadi juru masak Kiai selama 12 tahun.

Cita-cita seorang santri adalah mengaji, mendapatkan ilmu, dan kembali ke kampung halaman untuk mengajar, sudah begitu kebiasannya. Akan tetapi si tokoh berbeda, Kiai menjadikannya juru masak selama 12 tahun, bahkan mengaji hanya dari kesempatannya mendengar obrolan Kiai dengan para tamu.

Keadaan seperti itu tidak menjamin seorang santri pun tidak mengeluh. Banyak keluhan, kekhawatiran, protes, dan penyesalan. Hanya, dalam hati seorang santri itu terdapat cinta yang besar dan kasih yang tulus kepada Kiainya. Sehingga, 12 tahun dilewatinya dengan kesabaran dan penerimaan.

Saya sebagai pembaca termasuk orang yang percaya bahwa kesabaran akan berlabuh kepada sesuatu, yang baik tentu saja. Seperti pada cerita, kesabaran dan penerimaan si santri dalam cerita membawanya menjadi pemimpin pondok pesantren menggantikan Kiainya yang meninggal dunia.

Seorang santri yang selama 12 tahun tidak pernah mengaji. Kegiatannya pun hanya memasak di dapur Kiai kini menjadi seorang pemimpin pondok, bahkan bukan lagi menjadi pengajar ngaji di kampung halaman seperti kebiasaan. Kesabaran dan penerimaannya berlabuh kepada yang baik, bahkan terbaik di kalangannya.

Surakarta, 19 Januari 2020

Sunday, January 12, 2020

LIFE BEGINS AT THE EDGE OF YOUR COMFORT ZONE

Life Begins at the End of Your Comfort Zone
Semua orang akan berubah, kecuali dia.
Foto: Wisuda 15 Desember 2018
I just wanna write my feeling this night. As you know, this night is one of the best night that I can have. That's happen because just few hour ago something big happened in my life. What is that? That is courage. Courage is one of important thing in my life, because I think without courage someone (like me) was tortured for a long time. 

I always love my family with a whole heart. That's the reason I did everything for them. I always think about them first. Especially about their happiness. I always focus to make them happy. I think about whats can make them happy. And I always try as best as I can to not make a mistake. But, as you know people like me (of course) made a lot of mistake. That hurts me. 

But you know, focus to make them happy was made me forgot abut happiness itself. I forgot to understand whats the real happiness. I even never ask to them what is in this world that can make them happy? So, how can I make them happy if I don't understand happiness itself. I forgot about that (their happiness). 

So, this night I ask them. Whats in this world can make them happy? They said that something can make them happy is if I'm happy. The problem is, I think after a long journey that I have, I just focus to them, make them happy with everything that I can gave. Even I don't like it and I'm not happy when I do that. I think they will happy for what I can give, even I'm hurt when I do that. And I forgot about my happiness. The important thing that can make them happy. 

I know this night that I'm wrong. Their happiness is me, if I'm happy. So first, I should make my self happy. Just because of that I can make them happy. I realize how can I forgot about that. How can I forgot about my happiness. So I told them that I wanna catch my dream, my big dream in this world that can make me happy and of course I can make them happy too.

This night, I'm proud of myself because I have courage to ask them about that. I thought I was understand about happiness (their happiness and my happiness), but I'm wrong. And in Asian culture, talk with parents about life, struggle, love, and happiness of course is really need courage and bravery. I'm proud I have both this night. And the end, I told them that I love them so much. How grateful I am. 

Surakarta, 12th January 2020. 

Powered by Blogger.